Hey, lama ga ngeposting nih. Gimana kabar sanak family? *ngikutin nadanya dodit mulyanto (Finalis suci 4)*
Gimana kabar saya? Alhamdulillah selalu baik dan di berikan kesehatan oleh Allah SWT, mungkin tapi ya ada rasa sedikit cemas untuk saat saat ini dikarenakan akan melaksanakan ujian terakhir, yaitu unas.
Unas itu apa? Unas adalah sebuah ujian yang di berikan oleh pemerintah pusat kepada seluruh murid di Indonesia untuk menyatakan apakah siswa itu memang sesuai dengan standard yang diharapkan oleh pemerintah. Tetapi masalah yang baru pun bermunculan. Misalnya, kenapa kita di haruskan sekolah selama 3 tahun (bagi SMP dan SMA) - 6 tahun (bagi SD) tetapi hasilnya hanya di tentukan selama 3 - 4 hari saja? Katanya sih buat mengukur standard kelayakan dari para murid tersebut. Tapi pemerintah sepertinya lupa bahwa tidak semua murid memiliki kemampuan yang sama. Ah.. Inilah Indonesia, saya cinta negara saya. Tapi tidak dengan sistemnya. Semoga kelak saya sebagai penerus bangsa dapat membuat negara lebih maju!
Hahaha sudah cukup lah basa basinya. Toh ya unas tidak seberat dengan ujian hidup yang di berikan langsung dari Tuhan. Meskipun ujian Tuhan sangat berat, tapi Tuhan tidak pernah memberi cobaan yang memberatkan hamba-Nya. Makanya selama ane hidup saya masih bersyukur. Kenapa? Karna sesungguhnya nikmat dari Tuhan lebih besar di bandingkan cobaan yang di berikan. So enjoy, and don't regret with your life!
Haduh haduh basa basi lagi-_- hahaha maaf ya ga fokus. Oke kali ini mau bahas sesuatu yang menurut ane sangat penting. Mungkin berguna buat kalian suatu saat nanti. Kalo ga berguna ya buat pelajaran aja lah... Eh itu sama aja sih tong :|:|:|
Hari ini, tepat usia ane 17 tahun 10 bulan dan 5 hari. Begitu banyak banget hidup yang ane laluin. Mulai dari soal yang remeh temeh sampai yang paling berat. Salah satu hal yang ane dapetin selama ini adalah belajar bagaimana cara "menerima" dan "mengikhlaskan". Hidup sesungguhnya sangat sederhana. Yaitu ambil dan gunakan apa yang kamu perlukan, lalu ikhlaskan apa yang harus di ikhlaskan.
Sebelum lebih lanjut lagi, pertama - tama mau mengucapkan terima kasih kepada Ibunda Elisa Ratih Miarsi, Ibunda dari Anindita Larasati. Terima kasih sudah datang pada malam itu, terima kasih sudah memberi masukan walaupun cuma sebentar dan itupun juga di dalam mimpi. Terima kasih juga buat Meilinda Putri Kusuma Anindya, yang dulu pernah "meluangkan" waktunya sesaat buat menemani hariku yang sempat sendu hahaha. Thanks too juga kepada ananda Anugrah Nanda S yang baru saja berpulang, terima kasih atas saran, nasihat. Aku tidak mengerti seberapa berharganya seorang Dionisius Aldio Manuhutu buat dirimu, tetapi sepertinya dia sangat berarti buat dirimu. I promise. Aku berjanji bakal mengabulkan permintaan mereka semua. Thanks yep!
Oke, back to the topic. Hidup sebenernya sangat simple. Simple banget. Cuma kitanya aja yang keseringan ngebuat itu semua jadi amat sangat ribet. Ribet dengan cara mengurusi urusan orang lain, mencari kesalahan orang lain, atau bahkan sampai sampai ada juga merelakan waktunya hanya untuk mengurusi urusan orang terdekatnya atau istilahnya pacar yang bahkan kita sendiri belum tentu kedepannya bakal beneran jadi apa kagak. Its so fuck yeah! Why do you waste something for someone who never fight together with you?
Sebenernya definisi pacaran itu apa sih? Ga paham. Beneran ga paham banget dengan pikiran anak muda yang selama ini melakukan hubungan seks illegal dengan kedok pacaran. Katanya sayang tapi kok ngerusak masing masing orang? Dimana posisi kata "sayang" ketika kamu merusak harga diri pacarmu itu? Bodo banget. Munafik. Lebih lucunya lagi adalah, apabila kedua orang yang udah lama pacaran lalu memang ditakdirkan untuk tidak bersatu dan salah satu pihak entah itu dari posisi si pacar atau orang itu tersebut menjelek - jelekkan pasangannya padahal kenyataannya tidak seperti itu. Its so funny right? Kenapa kamu menjalin sebuah hubungan tetapi akhirnya kamu menjelekkan orang tersebut? Itu sama aja kamu menjelekkan pilihanmu sendiri, bukan? Think twice dude!
Sesungguhnya pacaran itu apa sih? Menurutku pribadi. Pacaran adalah proses pendewasaan diri, dimana kita saling berusaha mendewasakan diri masing masing individu, kedua belah pihak dengan sama sama menjunjung tinggi harga diri kedua belah pihak. Tanpa ada niatan untuk menjatuhkan apalagi menghancurkan nama baik dari pasangan itu. Apabila suatu saat memang ditakdirkan memang untuk tidak bersatu lagi, berarti itu memang jalannya dan diharapkan untuk masih bisa kontak - kontakan dengan tujuan menjalin silahturahmi dan sedikit modus hahaha:))) maksudnya sama sama mengikhlaskan karna kelak mereka akan mendapatkan yang lebih baik dan mereka butuhkan. Itu pasti. Noted it.
Yaudahlah kalo bahas yang namanya anak muda jaman sekarang (suara hati: padahal yang buat masi sma-_- hahaha) apalagi yang berurusan dengan cinta pasti ga ada habisnya. Selalu ada alasan dari setiap perbuatan sehingga membuat perbuatan itu terlihat benar. Yaaa ane cuma mau berbagi pendapat aja sih, kalo memang berkenan ya silahkan di buat pelajaran, if its not, jangan di ambil hati lah bang:))))))))
Udah ah basa basinya-_- daritadi nyelimur sana sini tapi belum nyampein maksudnya. Hidup itu simple. Kita lahir sebagai makhluk individu ketika kita berdoa dan menjadi makhluk sosialis ketika kita berbaur dengan orang sekitar. Jan di campur, ok? Jangan pernah nyamain urusan Tuhan dengan orang orang. There's no relation between God and another people. Kita hidup pada dunia ini pada dasarnya adalah berbagi. Yaaa entah apapun bentuknya itu, mulai dari yang kecil sampe yang menurut orang kebanyakan itu adalah hal yang susah. Misalnya yang gampang di bagi bagi adalah uang, beras, mie, kue, senyuman, mantan atau apalah itu yang bisa di bagikan cuma cuma kepada orang yang membutuhkan. Hal yang paling susah di bagikan biasanya lebih mengarah kepada barang barang baru. Padahal Tuhan menyuruh kita untuk memberikan yang terbaik bagi orang sekitar, mana pernah kalian liat orang ngebagiin hp secara cuma cuma? Hahaha:))))




0 komentar:
Posting Komentar