Rabu, 02 April 2014

Kamu

Puisi karya faisal dika maulana.

Kamu.
Biarkanlah diriku membicarakanmu sejenak.
Mendiskripsikanmu dengan kata - kata.
Mungkin karyaku ini tak seindah karya Tuhan.
Tak bisa menandingi semua keindahan yang tertuang padamu.
Tapi biarlah ku menulis tentang ini dengan hati.
Kamu.
Senyummu indah.
Bak bulan sabit yang menerangi di malam hari.
Indah namun berkelas.
Tatapanmu.
Tajam.
Dan juga menyejukkan.
Membuatku ingin selalu menatapmu.
Membuatku selalu ingin berada di sisimu hanya untuk melihatmu menatapku.
Rambutmu.
Halus.
Bak sutera yang telah di tenun berkali kali yang bernilai harganya.
Membuatku candu untuk memegangnya.
Bibirmu.
Tipis setipis kertas.
Membuatku ingin mencium bibirmu secara perlahan.
Suaramu.
Renyah, nan menenangkan.
Membuatku selalu ingin candu untuk mendengarkan ketika kau berbicara.
Ah..
Aku tak tau harus berkata apalagi.
Mendeskripsikanmu ta cukup dengan kata kata.
Sekalipun ribuan bait, kata, kalimat, maupun paragraf pun takkan mampu.
Kamu indah.
Dan mungkin juga terlalu indah buatku.
Tapi maukah kamu bertahan sesaat?
Tinggal disini untukku sebentar.
Ah...
Maafkan bila ku terlalu memaksa.
Maafkan bila ku terlalu naif.
Tapi
Aku sayang kamu.
Aku candu akan hadirmu.

0 komentar:

Posting Komentar