Hey, selamat pagi,siang, sore ataupun malam, di waktu kapanpun kalian membaca postingan blog ini. Pertama - tama terima kasih sebesar besarnya buat mas IL dan Tito Adhi Hernanda, orang yang sangat penting dalam hidupku ini, orang yang memiliki makna yang sangat berarti untuk diriku. Yang mungkin kata - kata maupun balas budi yang kelak akan ku berikan suatu saat takkan cukup membalas semua yang pernah mereka beri. Terima kasih buat kepercayaan kalian, terima kasih karna telah meluangkan sedikit waktu kalian untuk menuntunku sedikit demi sedikit, sebait demi bait, baris demi baris, bahkan beribu kalimat yang kalian ucapkan dan semuanya memiliki arti yang sangat dalam. Aku bersyukur bertemu kalian, aku bersyukur bisa membagi ceritaku, bersyukur ada yang mau mendengarku, bersyukur ada yang masih percaya ceritaku dan mau memberi solusi buat diriku yang mungkin masih sangat jauh dari yang seharusnya. Beribu kata yang akan ku tulis demi kalian pun takkan sanggup mendeskripsikan seberapa bersyukurnya diriku bertemu dengan kalian. Thanks God! Kau sungguh asik dan maha mengetahui segalanya. Maafkan bila aku pernah terlalu mengguruimu.
Hey, kali ini biarkanlah diriku meracau banyak hal, merangkai banyak kata, menyusun berbagai kalimat, meracik beribu ribu huruf yang ada di dalam kepalaku. Biarkan aku menuangkan semuanya disini, biarkanlah kali ini diriku menjadi diriku sendiri, diriku yang apaadanya yang tidak berpura pura seperti selama ini. Maukah kalian membaca ceritaku ini, blogger?
Hari ini, tanggal 14 Maret 2014, yang mungkin bagi kalian semua ini hanyalah hari biasa saja, semuanya berlalu seperti tanpa halangan, semuanya terlewati sebagaimana semestinya tanpa ada perubahan yang begitu berarti bagi kalian. Tapi, bagiku sendiri, hari ini adalah hari yang sangat berarti. Hahaha mungkin alay bagi kalian semua yang membaca ini, biarkan lah diriku mulai bercerita, bercerita apa adanya, bercerita tanpa harus ada yang di tutup - tutupin.
Hari ini hanyalah hari jumat, hari terakhir usek, seperti hari usek biasanya, setiap pulang usek selalu ingin langsung pulang ke rumah, kenapa? Sumpek. Sumpek dengan kondisi sekolah. Sumpek dengan semua keadaan di sekolah. Sumpek dengan semua orang orang yang selalu mengataiku padahal sebenarnya tidak begitu, mereka kurang mengetahui diriku sepenuhnya, mereka selalu mencibirku di belakang dan memberiku label "bad". How it feels? Ketika ini adalah masa terakhirmu di SMA yang seharusnya dimana kamu harus bersenang senang dan ternyata kamu harus di kucilkan dan di cap "loser" oleh kalangan mayoritas di sekolah? Can you imagine it? Ah mungkin kalian berpikir bahwa saya terlalu berlebihan, tapi kenyataannya adalah begitu. Sebenarnya aku sudah tidak kuat untuk sekolah lagi, Sudah sangat sangat merasa tidak nyaman dengan kondisi kelas dan lingkungan di sekitarnya yang cukup menekanku. Tetapi aku masih memiliki alasan yang cukup kuat untuk bersekolah, UNAS. Yap, Ujian nasional sekolah, sebuah fase "gong" penutupan berakhirnya masa SMA yang katanya orang adalah masa paling indah. Hahaha bullshit! Masa indah di SMA hanyalah buat kalanga mayoritas di sekolah dan sedangkan diriku? Siapa diriku? Diriku hanyalah kalangan dari minoritas yang dimana suaraku bahkan tidak di terima, meskipun dalam lingkup yang lebih kecil, kelas misalnya. Tidak apa apa, untungnya dengan posisi begini, diriku sangat di untungkan, di posisi ini aku mungkin lebih fokus kepada apa yang namanya prioritas dan apa yang harus kulakukan. Yah intinya kehidupanku sebenarnya baru di mulai setelah pulang sekolah. Posisi dimana aku benar benar menikmati adalah posisi dimana setelah pulang sekolah. Sekolah terkesan penjara bagiku hahaha. Setelah pulang dari sekolah seperti biasa diriku langsung pulang ke rumah dan bersiap untuk pergi lagi ke perpusda (perpustakaan daerah). Yap, diriku sangat suka membaca, aku benar benar merasa hidup di tempat ini, tempat dimana aku bisa berimajinasi banyak hal tanpa takut ada yang salah dengan imajinasiku, tempat dimana aku dapat menulis puisi, cerpen, bahkan karangan bebas apapun itu. Semuanya terasa mudah bagiku, semuanya terasa seperti tidak ada yang susah apabila ku melakukannya di tempat ini, sounds so awesome right? Maybe you're all need to come to your library in your town absolutely, try it, there's no wrong "thing" when you try something hahaha. Di perpusda tadi, mungkin tidak banyak yang kulakukan, ku hanya membaca beberapa buku, Fiksi is the best one i think. Setelah urusan di perpusda ini beres, diriku langsung menyusul upik. Who's upik? Hmmm i don't know, we're just friend right now maybe, but i love her. Yep, we don't do much thing, I just pick her up and go home soonly, cause i still have much thing to do today. Setelah nganterin upik balik, diriku langsung pergi ke GO rungkut, yep. What am i doing here today? I met my "guru besar" hahaha. His called mas IL, dia adalah ketua, bos geng, bahkan orang paling berjasa dan pemilik saran paling baik yang pernah aku kenal. I know him from my best one, his name is tito. Yeah, mungkin setiap pertemuan dengan mas IL tidak memakan waktu yang cukup banyak, yah hanyalah beberapa saat tapi omongannya cukup memiliki makna yang sangat mendalam yang terkadang aku sendiripun tak terlalu memahaminya hahaha. Mas IL ini orangnya ga nanggung - nanggung, kalau berbicara mungkin rada keras, tapi cukup membuat mikir, aneh tapi elegan, i cant describe him. its so hard to describe him with word. Its better to meet him than i tell you. Hari ini banyak pelajaran yang di dapet dari mas IL, mengerti mana yang harus di prioritas kan dan hanya sekedar iseng, mas IL ngajarin cara buat "move on". Yep, its so simple, kamu hanya perlu membuang hal yang tidak penting dan mengutamakan prioritas. Begitu banyak prioritas yang kutinggalkan selama ini, di karenakan aku selalu mikirin hal hal yang kurang penting. Hahaha betapa bodohnya diriku selama ini sampai - sampai harus di buat sadar sama orang lain. Jangan pernah lari dari masalah, hal ini juga yang di ajarkan mas IL pada hari ini. Begitu banyak pelajaran yang di sampaikan mas IL hari ini, dan bakalan selalu membuatku berpikir.
"Lakukan apa yang jadi prioritasmu, kesampingkan pikiran negatifmu, karna yang kamu pikirkan adalah sebuah sugesti yang suat saat bakal kejadian kalo kamu mikirin itu trus." - Mas IL.
Terima kasih mas IL. Oh iya, ada 1 hal lagi yang mungkin di ajarkan secara tidak langsung oleh mas IL, kurang begitu mengerti bagaimana cara menyampaikannya intinya membuatku yakin. Yap, membuatku yakin sama upik, hey upik, if you read this one, i love you. Stay here for me yap?



0 komentar:
Posting Komentar