Halo, kali ini gue mau nyoba nyoba bikin puisi. Iseng aja sih, belum terlatih juga bikin puisi, jadi kalo alay maklumin yak hahaha, Check it out!
Aku, Kamu, (mungkin juga) Kita
Aku.
Aku Ical.
Aku adalah aku.
Aku masih seorang yang biasa.
Aku masih suka sendiri.
Aku masih suka menikmati ketenangan.
Aku masih suka menikmati kesunyian malam.
Aku masih sering bercumbu dengan masa lalu.
Aku masih sering merindu akan bayang lalu.
Aku masih sering mengingat semua tentang masa lalu.
Aku masih membunuhku perlahan dengan kenangan.
Aku masih sering membiarkan diriku terpuruk.
Aku masih sering membiarkan otakku dipenuhi oleh hal - hal yang kurang penting.
Aku masih sering negative thinking.
Aku masih sering mengharapkan yang dulu.
Aku masih orang sebodoh itu, terkadang.
Aku pernah membiarkan diriku jatuh.
Aku pernah membiarkan diriku terpuruk.
Aku pernah membiarkan diriku kehilangan arah.
Aku pernah membiarkan diriku dirusak oleh kejamnya dunia.
Aku pernah membiarkan orang yang sayang padaku pergi begitu saja.
Aku pernah menyia - nyiakan hal penting dalam hidup.
Aku pernah tenggelam dalam dunia yang tak seharusnya kusinggahi.
Aku pernah sangat bodoh untuk mencoba.
Aku pernah sangat bodoh untuk merasa yang paling benar.
Aku pernah merasa paling egois di antara orang sekitar.
Aku pernah merasa paling benar.
Aku pernah merasa sok-maha-tau.
I ever feel it. The grounded place that you'll never can imagine it.
Aku suka skate-ing.
Aku suka musik.
Aku suka stand up comedy.
Aku suka nulis.
Aku suka ngebut.
Aku suka menjadi diriku sendiri.
Aku sangat suka diriku.
Tetapi, aku pun membenci diriku sendiri.
Kamu.
Kamu adalah kamu.
Kamu seorang yang manis.
Kamu adalah seorang yang periang.
Kamu dengan tawamu yang tulus.
Kamu dengan senyum paling indah yang pernah terlihat.
Kamu dengan mata sipitmu.
Kamu dengan caramu sendiri yang membuat orang nyaman.
Kamu yang bisa bikin seseorang tertawa dengan mudahnya.
Kamu adalah seorang pemikir.
Kamu yang selalu menjadi dirimu sendiri.
Kamu yang mau menyempatkan waktumu sejenak buatku.
Kamu yang pernah mengisi hari hariku.
Kamu dengan suaramu yang khas.
Kamu dengan tingkah laku seperti anak kecil.
Kamu yang selalu terngiang di kepala.
Kamu hanyalah kamu.
Kamu pahlawan.
Pahlawan kesiangan.
Pahlawan kesiangan yang aku butuhkan.
Kamu yang membangunkanku ketika terpuruk.
Kamu yang menemaniku ketika gelapnya malam tiba.
Kamu yang membuat dunia nyata lebih indah daripada mimpi.
Kamu yang membuatku nyaman.
Kamu yang (mungkin) dapat membuat nyata mimpiku.
Kamu yang (mungkin) dapat membuat nyata harapanku.
Kamu yang buatku percaya.
Kamu yang kamu kamunya.
Terima kasih.
Terima kasih sudah meluangkan waktumu sejenak.
Aku sayang kamu.
Kita.
Apa itu kita?
Apakah itu tentang aku dan kamu?
Apakah tentang aku dan diriku di masa lalu?
Apakah tentang aku dengan kenanganku?
Apakah tentang aku dengan orang yang selalu kurindukan kehadirannya?
Aku tak mengetahui soal itu.
Aku masih belum bisa memahaminya.
Semuanya terasa samar.
Semuanya terasa salah.
Semuanya terasa fana.
Hanya kamu.
Senyum.
Tawa.
Canda.
Gelisah.
Kesedihan.
Bahkan tangisanmu.
Semuanya terngiang.
Dan akan selalu terngiang.
Selalu teringat di pikiran.
Selalu hadir di setiap masa.
Selalu kuingat sampai kapanpun itu.
Aku tidak mengerti kenapa.
Apakah aku masih belum bisa merelakanmu?
Apakah aku masih membutuhkanmu?
Apakah aku masih sebodoh itu mengharapkanmu?
Apakah aku masih belum bisa menerima kenyataan?
Apakah...
Ah...
Aku benci dunia ini.
Aku benci ketika melihat diriku terjatuh.
Ketika diriku masih mengharapkanmu.
Ketika aku masih membutuhkanmu. Sepenuhnya.
Maafkan diriku terlalu bodoh.
Terlalu bodoh untuk mengharap.
Terlalu bodoh untuk menunggu.
Terlalu bodoh untuk semuanya.
Tetapi.
Aku suka dunia ini.
Aku sayang dunia ini.
Aku menikmati semuanya.
Aku menikmati setiap detikku.
Aku menikmati semua fase yang ada.
Aku memahami segalanya.
Aku mengerti.
Setiap ada perkenalan pasti perpisahan.
Terima kasih buat kamu.
Buat kalian.
Buat semua yang sudah pernah ada.
Kita.
Apa itu kita?
Apakah itu tentang aku dan kamu?
Apakah tentang aku dan diriku di masa lalu?
Apakah tentang aku dengan kenanganku?
Apakah tentang aku dengan orang yang selalu kurindukan kehadirannya?
Aku tak mengetahui soal itu.
Aku masih belum bisa memahaminya.
Semuanya terasa samar.
Semuanya terasa salah.
Semuanya terasa fana.
Hanya kamu.
Senyum.
Tawa.
Canda.
Gelisah.
Kesedihan.
Bahkan tangisanmu.
Semuanya terngiang.
Dan akan selalu terngiang.
Selalu teringat di pikiran.
Selalu hadir di setiap masa.
Selalu kuingat sampai kapanpun itu.
Aku tidak mengerti kenapa.
Apakah aku masih belum bisa merelakanmu?
Apakah aku masih membutuhkanmu?
Apakah aku masih sebodoh itu mengharapkanmu?
Apakah aku masih belum bisa menerima kenyataan?
Apakah...
Ah...
Aku benci dunia ini.
Aku benci ketika melihat diriku terjatuh.
Ketika diriku masih mengharapkanmu.
Ketika aku masih membutuhkanmu. Sepenuhnya.
Maafkan diriku terlalu bodoh.
Terlalu bodoh untuk mengharap.
Terlalu bodoh untuk menunggu.
Terlalu bodoh untuk semuanya.
Tetapi.
Aku suka dunia ini.
Aku sayang dunia ini.
Aku menikmati semuanya.
Aku menikmati setiap detikku.
Aku menikmati semua fase yang ada.
Aku memahami segalanya.
Aku mengerti.
Setiap ada perkenalan pasti perpisahan.
Terima kasih buat kamu.
Buat kalian.
Buat semua yang sudah pernah ada.
Buat semua yang sudah menyempatkan sedikit waktunya.
Buat semua yang berusaha memahami.
Terima kasih.
Buat semua yang berusaha memahami.
Terima kasih.
![]() |
| Pamer Dikit lah~ meskipun bukan sapa sapa.. |




0 komentar:
Posting Komentar