Terlihat seperti melompat jauh melebihi 'batas'. Tapi kenyataannya, diriku malah jatuh. Iya jatuh. Jatuh terlalu dalam. Ku masih mendengar. Ku masih melihat. Ku masih terlalu bodoh untuk bilang aku (masih) cinta kamu. Maafkan aku terlalu bodoh soal cinta. Maafkan aku terlalu mengajari-Mu, Tuhan. Dia masih mengharapkan dan memikirkan seseorang dan ku tau itu bukan aku. Kumohon dia bahagia. Bukan bersedih seperti ini. Maukah kali ini Kau mendengarku, Tuhan? Maafkan aku terlalu lancang dalam hidup ini. Terlalu sok-maha-tau akan kehidupan. Aku masih membutuhkan-Mu. Dan juga mungkin dia. Maafkan egoku cukup besar. Maafkan apabila aku belum bisa menuruti-Mu. Layaknya terdapat tembok besar dalam hati yang menutupi pandanganku antara aku dan dia. Semakin ku coba untuk berbicara jujur kepadanya. Semakin besar pula tembok besar di antara aku dan dia. Kata teman. Cobalah berbicara jujur sama dia. Oke kucoba, tapi apalah daya ketika mulut ini coba berkata jujur, yang ada hati ini semakin berkata "buat apa? Dia sudah ga mikirin kamu, kamu mau apalagi kalo sudah jujur? Yah mungkin kamu cocoknya ya temenan aja" hahaha. I'm sorry being so selfish today, in this post. But i just wanna say if i still have a feeling with her. I don't know what it is. I just feel the real of me when I'm beside you. Cheers!



0 komentar:
Posting Komentar